Arti dan Jenis Dam (Denda)

Arti dan Jenis Dam (Denda) Bagi yang Melanggar Aturan Haji atau Umrah

Bagi seseorang yang melakukan ziarah atau ziarah, tentu saja, ada batasan tertentu yang harus dihindari dan dihindari. Ketika seseorang melanggar larangan yang ditetapkan oleh hukum Islam, ia berkewajiban untuk membayar cek atau denda untuk tindakan tersebut.

Jenis hal ini terjadi ketika seseorang meninggalkan ziarah atau wajib. Tetapi ketika yang dilanggar adalah pilar ziarah atau umrah di Annajwa Tour, orang tersebut secara hukum tidak sah dan harus mengulanginya dari awal.

Mereka yang melanggar aturan dan pembatasan ini akan mengalami kerusakan (denda). Adapun bendungan itu sendiri, itu tergantung pada apa yang telah dilakukan orang tersebut. Dari sini kita akan membahas makna dan jenis mangsa.

Pengertian Dam (Denda) dan Hukumya

Yang dimaksud dengan cek adalah sanksi atau sanksi yang harus dikeluarkan oleh orang yang telah melanggar larangan, dalam hal ini ziarah. Membayar untuk bendungan di sini adalah wajib.

Bentuk – Bentuk Pelanggaran Beserta Ketentuan Dam yang Dikeluarkan

Untuk pelanggaran bersama dengan apa yang harus dilakukan seseorang adalah menghilangkan yang berikut ini:

1. Haji Tamattu ‘atau Haji Qiran.

Meski melakukan ziarah yang sama tentu saja dalam praktiknya, berbeda dengan ziarah Ifrad. Bagi orang yang melakukan ‘ziarah’ dan ziarah qiran ini adalah dengan mengorbankan seekor kambing, bahkan jika ia tidak dapat melakukannya dengan perut kosong selama sepuluh hari

2. Hubungi badan (Jima ‘), sebelum melakukan tahallul pertama (ketika seseorang melakukan umrah atau sebaliknya).

Untuk larangan ini, seseorang harus membayar mangsanya dengan mengorbankan seekor unta, jika dia tidak mampu menggantinya dengan seekor sapi, jika dia masih tidak mampu membelinya dengan tujuh kambing.

Jika orang itu masih tidak mampu membelinya, ia digantikan dengan menukar uang untuk unta dan kemudian membeli makanan dan membagikannya kepada orang miskin.

Secara khusus, implementasi ini dilakukan di kota Mekah, seperti halnya berbagi makanan dengan orang miskin juga harus di Mekah.

3. Potong kuku Anda, cukur rambut Anda, oleskan parfum, kenakan pakaian dengan jahitan dan hubungi tubuh Anda (Jima ‘) setelah tahallul pertama.

Untuk yang di atas, opsinya adalah memilih salah satu dari tiga opsi di bawah ini:

  • Bunuh seekor kambing
  • Selamat puasa tiga hari
  • Berikan sedekah kepada enam orang miskin.

4. Berburu atau membunuh binatang liar atau liar.

Untuk jenis denda ini adalah dengan mengorbankan seekor hewan unta atau sapi, atau kambing, yang semuanya memiliki harga yang sama dengan hewan yang disembelih.

Atau tahu harga hewan yang disembelih yang kemudian ditukar dengan uang untuk membeli makanan untuk dibagikan kepada orang miskin.

5. Terlambat datang karena hambatan.

Bagi mereka yang terlambat, ini untuk memotong rambut mereka atau memotong diri mereka sendiri dengan membunuh seekor kambing.

Begitulah klarifikasi tahanan atau denda, yang harus dikeluarkan untuk seseorang yang melakukan ziarah atau ‘ibadah umrah’. Mengetahui bendungan ini, perawatan bisa diambil ketika beribadah di tanah suci Mekah atau Madinah. Mau umroh terbaik? Cek Paket Umroh September Pekanbaru bersama Annajwa Tour & Travel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *