Apa Itu SPHP Pajak

Membahas Tentang Apa Itu SPHP Pajak dalam Dunia Perpajakan

Apa itu SPHP pajak? Bagi  sebagian masyarakat, banyak yang belum mengetahui apa itu SPHP. Di Negara kita, terdapat dua jenis prosedur pemeriksaan pajak yang wajib dilakukan. Prosedur yang pertama adalah dengan memberitahukan surat hasil pemeriksaan atau SPHP pada wajib pajak. Yang kedua adalah pemeriksaan pajak dengan melakukan pembahasan hasil pemeriksaan kepada wajib pajak.

Kedua prosedur tersebut telah diatur dalam undang-undang tentang ketentuan umum serta tata cara perpajakan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pembahasan mengenai apa itu SPHP dan fungsinya bagi negara. Bagi anda yang belum mengetahui istilah tersebut, tidak ada salahnya untuk menyimak informasi yang kami berikan.

Apa Itu SPHP Pajak?

Jika anda bertanya apa itu SPHP pajak , maka SPHP merupakan kepanjangan dari Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan pajak yang sudah diatur dalam undang-undang. SPHP pajak adalah surat yang berisi tentang hasil temuan pemeriksaan yang meliputi pos-pos yang dinilai, dikoreksi perhitungan sementara dan lainya. daftar temuan hasil pemeriksaan harus dilampirkan saat melakukan penyampaian SPHP pajak.

Surat ini merupakan salah satu dari kewajiban pemeriksaan pajak ketika dalam melakukan pemeriksaan pajak. Surat ini digunakan untuk menguji kepatuhan atas pemenuhan kewajiban perpajakan bagi setiap individu wajib pajak.

Sebenarnya Sp Tentang HP pajak juga sering disebut sebagai hasil pemeriksaan sementara. Hal itu karena wajib pajak memiliki hak untuk memberikan berbagai sanggahan dan pembahasan dengan melakukan pemeriksaan pajak  tentang hasil pemeriksaan. Kemudian jika wajib pajak tidak satu pendapat dengan pemeriksa pajak. Dalam keadaan tersebut maka dalam jangka waktu pembahasan  wajib pajak berhak mengajukan permohonan pembahasan bersama tim pemeriksa pajak.

Baca juga : Pengertian Akuntansi Manajemen

Format SPHP

Surat ini memiliki dua format yang berbeda yaitu format SPHP secara jabatan dan format standar.  SPHP secara jabatan dalam penghasilan kena pajak akan dihitung secara jabatan berdasarkan peraturan penghitungan pajak. Peraturan atau norma penghitungan pajak yang dimaksud adalah dengan berdasarkan peraturan direktur jenderal pajak.

Sementara itu, SPHP dengan format standar maksudnya adalah hasil pemeriksaan pajak yang didasarkan pada pembukuan yang dipinjamkan. Pihak peminjam adalah pihak wajib pajak kepada pemeriksa pajak.

Berdasarkan peraturan yang ditetapkan, pengajuan surat ini bisa dilakukan revisi atas surat pemberitahuan hasil. Revisi tersebut dilakukan jika ditemukan adanya data baru atau data yang terungkap setelah sebelumnya tidak terungkap.

Revisi tersebut bisa dilakukan selama data tersebut baru ditemukan setelah terjadinya penyampaian SPHP pajak. Selain itu syarat bisa melakukan revisi SPHP adalah adanya undangan pembahasan akhir yang belum disampaikan kepada wajib pajak. Yang terakhir, proses revisi harus dilakukan selama masih dalam jangka waktu pembahasan akhir pada pelaporan dan hasil pemeriksaan.

Kini hadir software pajak untuk mengurus berbagai kebutuhan perpajakan anda. Cukup dengan menggunakan aplikasi Finata, anda bisa menyusun laporan pajak anda dengan rapi dan sistematis. Selain itu, platform ini juga didukung dengan berbagai fitur yang bermanfaat bagi perusahaan atau organisasi anda.  Finata akan membantu organisasi bisnis untuk membuat perencanaan, pembukuan dan membuat laporan pembuatan pajak.

Apa itu SPHP pajak sudah sedikit terjawabkan dengan berbagai penjelasan diatas. Selanjutnya, anda bisa membuat SPHP dan berbagai kebutuhan atau tanggungan pajak anda kepada negara. Untuk membantu hal tersebut anda bisa menggunakan Finata untuk membantu mengelola kewajiban pajak. Selain itu aplikasi ini juga akan memudahkan setor dan lapor pajak baik dalam kurun waktu tahunan ataupun bulanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *