Belajar Pola Pengembangan dari Teks Eksplanasi Lebih Jauh

Pernahkah Anda belajar tentang pengembangan teks eksplanasi lebih jauh? Explanation text itu sendiri umumnya membahas tentang sebuah kejadian. Salah satunya adalah kejadian alam, seperti tsunami dan gempa bumi. Jadi, bila Anda pernah membaca teks sejenisnya. Yaitu, berupa sebuah kejadian, seperti demo di suatu daerah. Maka teks itu disebut dengan eksplanasi.

Teks Eksplanasi
Teks Eksplanasi

Jadi, apa sih eksplanasi itu? Teks tentang eksplanasi ini merupakan cerita tentang proses terbentuknya kejadian atau terjadinya sebuah fenomena alam dan sosial. Jadi, teks ini muncul karena adanya peristiwa yang timbul karena ada kejadian lain sebelumnya. Sehingga, kejadian ini menimbulkan peristiwa lain setelah hal tersebut terjadi.

Dari penjelasan ini, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa struktur explanation text itu terbagi menjadi 3 macam. Yaitu, pernyataan umum tentang pengenalan kejadian yang akan diceritakan. Kemudian, deretan dari penjelasan. Bisa berupa sebab akibat dan deskripsi lengkap dari kejadian tersebut. Yang terakhir adalah interpretasi atau penutup. Untuk yang satu ini opsional.

Pola Pengembangan Sebab Akibat Teks Eksplanasi

Dalam sebuah explanation text itu terdapat pola pengembangan yang harus diperhatikan. Yaitu, sebab akibat. Pola pengembangan yang satu ini, dibagian sebab menjelaskan tentang gambaran umum explanation text. Sementara akibat berupa pengembangan sebab kejadian itu terjadi. Hanya saja, sebab disini tidak selalu menjadi gagasan umum atau gambaran saja.

Bila Anda menggunakan akibat sebagai pokok bahasan utamanya, maka jangan lupa menuliskan rincian penyebabnya. Karena baik itu sebab dan akibat, keduanya sama-sama berhubungan dalam sebuah peristiwa. Misalnya saja dalam sebuah musibah gempa bumi yang sedang melanda di Yogyakarta. Gempa tersebut terjadi tanggal 27 Mei 2006 jam 6 pagi.

Kedalaman gempanya mencapai 17 km dengan besaran m7 skala Ritcher. Pusatnya ada di daerah barat daya Yogyakarta sejauh 25 km. Akibat gempa tersebut menyebabkan banyak korban jiwa meninggal dunia. Sementara yang lainnya mengalami luka-luka. Kejadian ini menyebabkan terjadinya rumah roboh dan kerusakan yang sangat parah. Sehingga, hal ini menyebabkan kerugian.

Pola Pengembangan Proses dalam Teks Berbentuk Eksplanasi

Untuk bisa lebih memahami tentang pola pengembangan dari explanation text, maka ada beberapa hal yang harus Anda pelajari dulu. Karena dalam penyusunan teks eksplanasi ada beberapa tahapan yang harus dilewati dulu. Yaitu, Anda harus paham dengan rincian teksnya dulu secara menyeluruh. Selanjutnya, masih ada lagi beberapa proses yang harus dilewati.

Setelah itu, Anda harus menjelaskan proses kejadiannya dengan jelas dan detail. Supaya pembaca bisa lebih mudah memahaminya. Sementara itu, untuk contoh proses dari pola pengembangan explanation text ini bisa Anda simak berikut ini! Pada bulan ke-empat, wajah akan terlihat seperti manusia. Sedangkan di bulan kelima muncul rambut di sekitar kepala.

Bulan ke-enam, bulu mata dan alis muncul. Selanjutnya, fetus akan tampak layaknya kulit orang tua. Karena berwarna merah keriput pada bulan ke-7. Setelah itu, dibulan ke-8 timbul lemak sehingga keriput menghilang. Dibulan inilah kaki akan membulat dan kuku mulai tumbuh. Sedangkan rambut akan rontoh. Akhirnya fetus terbentuk dan siap dilahirkan.

Itu tadi adalah sedikit contoh pola pengembangan dari explanation text. Sebenarnya masih ada banyak contoh teks yang lainnya, lengkap dengan strukturnya. Misalnya saja membicarakan tentang kejadian alam. Yaitu, seputar banjir, tsunami, pelangi, tanah longsor, dll. Dimana semuanya bisa dimulai dari pembuatan teks eksplanasi singkat hingga ke kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *