Detektif Bakmi Berburu Mie ke Belanda

saat Eric Wirjanata dan rombongan jalan-jalan ke Belanda beberapa saat lalu, kampung laman Johan Cruyff itu sedang diselimuti salju tebal. Meski telah memakai sandang berlapis, Eric yg tumbuh akbar di negeri tropis seperti Indonesia tetap saja menggigil.

Di demam isu dingin, suhu pada negara kincir angin ini memang ‘kurang ajar’. Bahkan kadang suhunya bisa anjlok di bawah titik beku, menciptakan wisatawan enggan beringsut berdasarkan kamar. Toko-toko pun tutup lebih awal. Kalau pun terdapat yg nekat menembus udara yg membekukan itu, dia mungkin berniat mencari makanan penghangat. Seperti yang dilakukan Eric & teman-temannya.

Berbekal penunjuk arah pada ponsel, Eric meningkatkan kecepatan langkah kakinya buat mencari kuliner penghangat tubuh. Di Belanda, sebenarnya ada poly sekali hidangan terkenal buat menemani ekspresi dominan dingin. Dalam rombongan, sahabat-sahabat Eric sudah terbayang santapan malam yg akan menyajikan makanan khas Belanda. Seperti Stamppot, makanan populer Belanda khas trend dingin yang terbuat menurut kentang rebus & sayur-sayuran yg dihaluskan bersamaan.

Tapi Eric justru membawa mereka menuju sebuah restoran bakmi. Ya, bakmi. Dari hasil Googling sana sini, Eric memang telah mengincar restoran berlogo mangkuk bakmi ayam jago menggunakan goresan pena Golden Chopsticks di Amsterdam itu. Restoran ini berada pada daerah Red Light District, ‘daerah lampu merah’ yang kondang itu.

Begitu duduk di bangku, Eric segera memesan beberapa porsi Chinese Noodles Soup. Berbeda dengan sajian bakmi gerobak juga warung bakmi di Indonesia, ‘sup mie’ ini tersaji beserta kuah dalam satu mangkuk. Raut bahagia eksklusif terpancar begitu beliau menyeruput helaian bakmi yang tercapit sumpit. “Saya hingga diledekin sama teman-sahabat. Masa udah jauh-jauh ke Belanda malah makan bakmi,” Eric sembari tertawa menceritakan pengalamannya berburu bakmi pada Belanda.

Eric memang pemuja bakmi. Dia tidak bisa hidup tanpa bakmi. Ke mana pun dia pergi, bakmi lah yg pertama beliau cari. Bahkan pada negara-negara yang sajian bakmi tidak terkenal sama sekali. Saat Eric berkunjung ke Paris, Prancis, beberapa waktu kemudian, sajian kuliner nomor satu yg diincarnya juga permanen semangkuk bakmi hangat. Di negara semacam itu, loka yang menyediakan menu bakmi kebanyakan adalah restoran oriental.

Meski sudah melanglang buana & merasakan banyak sekali macam jenis bakmi, bagi Eric tidak ada yang lebih nikmat berdasarkan pada bakmi protesis negeri sendiri. Di Indonesia, bakmi pada setiap wilayah memang memiliki karakteristik spesial masing-masing. Meski namanya sama-sama bakmi, Bakmi Bangka, Bakmi Jawa,Bakmi Siantar, Bakmi Aceh, & Bakmi Palembang mempunyai sensasi rasa yang jauh beda. Karena variasi jenis bakmi itu lah yang membuat Eric tergila-gila melahap segala jenis bakmi.

Pada athun baru 2015, pria yang sehari-hari bekerja pada bidang digital marketing ini kepikiran untuk membuat website mengenai bakmi. Website yg beliau beri nama Bakmi Club mengulas berbagai macam bakmi lezat di Jakarta dan sekitarnya. Kadang beliau jua menulis perjalanan makan bakminya pada luar negeri. Untuk mempromosikan website Bakmi Club, beliau membuat sebuah wadah komunitas atau gerombolan di Facebook.

“Tujuannya buat Facebook group Bakmi Club awalnya cuma untuk promosii website. Tapi lama -usang malah jadi perkumpulan para pecinta bakmi dari seluruh Indonesia,” ujar Eric yang bisa makan bakmi hingga tiga kali pada seminggu. Melalui kelompok itu, setiap hari pesertanya menyebarkan fakta tentang warung-warung bakmi yang maknyus. “Dari yg senang bakmi, pedagang bakmi hingga blogger seluruh ngumpul di sana. Jumlahnya kini telah lebih menurut 21 ribu orang.”

Anggotanya kini rutin melakukan kopi darat atau kopdar. Kegiatan yg dibuat sang Romy Suhendra ini diberi nama Kopamie alias Komunitas Pecinta Bakmi. Biasanya mereka akan menentukan secara rambang satu pedagang bakmi yang akan dikunjungi setiap hari Sabtu. Salah satu ‘sentra bakmi’ yang acapkali dikunjungi yaitu Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pecinta bakmi menjuluki Kelapa Gading menjadi jalur sutra bakmi. Tengok saja sepanjang Jalan Kopyor di Kelapa Gading, cita rasanya hampir seluruh jenis bakmi terdapat. Di sini melihat para pedagang bakmi saling bertetangga sudah tak asing lagi. Kalau datang pada pagi hari, kendaraan beroda empat Lamborghini Huracan kadang terlihat sedang parkir di Jalan Kopyor ini. Mobil seharga Rp 11 Miliar itu milik pengacara Hotman Paris. Ia memang sering mampir ke Kopi Johni yg lokasinya kebetulan nyempil pada antara toko bakmi. Sekali 2 kali mungkin Hotman pula pernah merasakan bakmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *