Banding Bos First Travel Ditolak, Ini Kata Mahkamah Agung

Juru bicara Mahkamah Agung Abdullah mengajak seluruh pihak menghormati putusan hakim yg menolak banding bos First Travel Andika Surachman & Anniesa Hasibuan. Kuasa hukum jemaah umrah First Travel wisata halal merasa kecewa karena seluruh aset disita buat negara.

Abdullah berkata jika terdapat pihak yg merasa belum memperoleh keadilan maka dipersilakan mengajukan kasasi.

“(Mereka mampu) memakai haknya melakukan upaya hukum kasasi,” ujar Abdullah pada Tempo, Rabu 28 Agustus 2018.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Bandung menolak permohonan banding bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. Keduanya dieksekusi masing-masing 20 tahun dan 18 tahun penjara pada kasus penggelapan dan pembersihan uang oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Depok dalam 30 Mei kemudian.

Berdasarkan salinan putusan yang diunggah di situs Mahkamah Agung 27 Agustus 2018, putusan banding tadi diketuk pada 15 Agustus lalu dengan angka perkara 195/Pid/2018/PT.BDG. Majelis hakim yg menangani kasus tersebut merupakan Arief Supratman sebagai kepala serta Ade Komaroddin dan Abdul Fattah menjadi anggota.

“Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Depok Nomor 83/Pid.B/2018/PN.Dpk, lepas 30 Mei 2018, yang dimintakan banding tersebut,” demikian dikutip berdasarkan salinan tadi.

Riesqi Rahmadiansyah, perwakilan Advokat Pro-Rakyat, yang mendampingi dua.500 calon anggota jemaah umrah First Travel, menyatakan kecewa atas putusan itu karena membiarkan aset First Travel disita sang negara.
“Ini sangat berbahaya, calon anggota jemaah perlu mengetahui berapa aset yg disita,” ujarnya, Senin 27 Agustus 2018.

Menurut Riesqi, calon anggota jemaah umrah yang sebagai korban berharap sanggup melaksanakan ibadah umrah & haji menggunakan aset First Travel milik Andika dan Anniesa. Ia mengungkapkan aset & harta tersebut dihimpun menurut perseorangan sehingga tak sepatutnya disita buat negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *